Laman

Jumat, 14 Januari 2011

ANAK Q

Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau
berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu…
Karena dalam mengandungmu ibu
merasakan keajaiban dan kebesaran Allah
Sembilan bulan nak, … engkau hidup di perut
ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu
berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika
engkau merasa tidak nyaman, karena ibu
kecewa dan berurai air mata…
Anakku,…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus
operasi caesar, atau ibu harus berjuang
melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit
ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian
memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk
mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu
rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah
menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan
erangan rasa sakit,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada
siapapun
Dan ketika engkau hadir, tangismu
memecah dunia
Saat itulah … saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu
yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan
adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan
penetapan hati tentang junjungan kita
Rasulullah di telinga mungilmu
Anakku, …
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada
indah, atau harus bangun tengah malam
untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu ibu telah
membekali hidupmu dengan tetesan-
tetesan dan tegukan tegukan yang sangat
berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu
didada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang
lain tidak bisa rasakan
Anakku,…
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama
di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu
menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle
denganmu
Tetapi anakku…
Hidup memang pilihan…
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa
sepi dan merana
Maka maafkanlah nak …
Maafkan ibu…
Maafkan ibu…
Percayalah nak, ibu sedang
menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian
puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak …
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak …
Engkau adalah selalu menjadi belahan
nyawa ibu …
Ratih Sanggarwati (Ratih Sang)
Jakarta, 21 Agustus 2004

Tidak ada komentar:

Posting Komentar